Nursaliya yang Mengenal Produksi Film sejak di MAN Sigli dan Mendalaminya di IKJ

Tekkomdik Aceh–Nursalliya, atau yang akrab disapa Nursal, adalah perempuan kelahiran Lhokseumawe, 24 September 1999.

Saat ini ia tengah mengenyam pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Tepatnya, di Fakultas Film dan Televisi.

“Kalau di IKJ, kita baru bisa pilih jurusan semester lima,” jelas alumnus MAN 1 Sigli ini, Minggu, 26 Agustus 2018, via pesan elektronik.

Nursal mulai menyukai dunia perfilman saat ia baru duduk di kelas satu MAN 1 Sigli.

“Mulai tertarik dari kelas satu MAN, tapi mulai suka beneran sejak kelas dua atau tiga gitu,” ungkap putri kedua dari pasangan H. Ansari dan Ummi Yaman Ibrahim, ini.

Menurut mahasiswa IKJ semester satu ini, film adalah salah satu media yang bisa menyampaikan sesuatu kepada orang banyak.

“Aku tipe orang yang susah ngomong apa yang aku rasain, jadi lewat film, aku bisa menyampaikannya,” kata dia.

Nursal juga menuturkan, film tidak hanya sebagai alat hiburan semata, tapi juga bisa menjadi alat untuk menyampaikan pengetahuan dan pesan-pesan penting.

“Di film itu ada pengetahuan dan pesan yang penting,” ungkap perempuan pencinta film genre komedi ini.

Selain genre komedi, Nursal juga menyukai beberapa genre lainnya, seperti drama komedi dan melodrama.

Beberapa film yang menginspirasinya, sehingga ia semakin bergairah untuk belajar tentang film adalah: Night Bus, Habibi Ainun, Warkop DKI, Comic 8, dan The Time We Were Not in Love.

Sementara itu, perjalanan untuk mewujudkan cita-cita mengambil studi di perfilman tidak sepenuhnya mulus.

“Keluarga awalnya nggak mendukung sih, tapi lama-kelamaan, ya paham sendiri pelan-pelan,” kata perempuan yang pernah mendapatkan penghargaan film dokumenter rekomendasi juri di Awarding Night Aceh Film Festival 2017, itu.

Dia memberi apresiasi kepada komunitas film yang mulai berkembang di Aceh. Hal itu ia nilai dari mulai tumbuhnya minat kaum milenial dalam pembuatan beberapa film dan upaya sebagian orang untuk mendorong adanya bioskop di Aceh.

“Kalau kondisi film di Aceh memang udah mulai berkembang. Kita lihat dari anak muda Aceh sekarang, udah mulai banyak yang suka bikin film, suka ikut serta dalam pembuatan film, bahkan mereka sangat antusias agar di Aceh segera dibangun bioskop kembali,” tuturnya.

Sumber : Sinarpidie.co
Loading...