Butuh Upaya Strategis dan Sistematis Tingkatkan Kualitas Manusia Melalui Pendidikan

BANDA ACEH-Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pendidikan Tahun 2018, Senin (6/8/2018).Kegiatan tersebut berlangsung sejak 5 hingga 8 Agustus 2018 nanti.

“Diperlukan upaya strategis dan sistematis dalam meningkatkan kualitas manusia  melalui pendidikan. Untuk itulah nilai-nilai pendidikan karakter hendaknya dilaksanakan secara komprehensif di sekolah, melalui aktivitas intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, termasuk  pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi  Pendidikan,” ujarnya.

Dikatakan Kepala Dinas, sebagai insan pendidikan, tentu telah memahami kontribusi yang  harus diberikan kepada bangsa dan negara. Karakter sosok manusia Indonesia yang diinginkan telah tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Dalam Undang-Undang tersebut dinyatakan bahwa Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab,” kata Kadisdik Aceh ini.

Masih kata Kadisdik Aceh, mencermati tujuan tersebut, terlihat bahwa secara substantif, karakter yang ingin dikembangkan pada peserta didik adalah karakter bersifat intrapersonal dan interpersonal.Karakter intrapersonal adalah hal yang terkait dengan olah pikir yang dicirikan dengan sifat visioner, cerdas, kreatif, dan terbuka; serta olahhati yang dicirikan dengan sifat jujur, ikhlas, religius, dan adil.

“Nah, begitu juga dengan karakter interpersonal.Hal ini berkaitan dengan aspek kinestetik, yang dicirikan sifat gigih, kerja keras, disiplin, bersih, dan bertanggung jawab serta olahrasa/karsa yang dicirikan sifat peduli, demokratis, gotong royong, dan penolong,” lanjutnya.

Dijelaskan juga, tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya serta perkembangan pendidikan di tingkat internasional.

“Dinas pendidikan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota mendapat tugas yang sangat berat untuk memacu peningkatan sumber daya manusia. untuk maksud tersebut, dana yang besar telah dialokasikan ke bidang pendidikan dan menjadi tanggung jawab kita sebagai aparatur dinas pendidikan untuk dapat menggunakan dana pendidikan tersebut secara tepat guna, efektif, dan efisien,” teranynya.

Pihaknya berharap apabila dikemudian hari terdapat perubahan-perubahan diharapkan dapat memunculkan yang prioritas program yang memiliki dampak yang signifikan, penting dan mendesak, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan selanjutnya mekanisme dan prosedur pelaksanaannya harus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dalam rangka menyatukan persepsi dan memaparkan perkembangan atas tindak lanjut pelaksanaan kebijakan atau peraturan perundangan bidang pendidikan di Aceh, maka Dinas Pendidikan Aceh melakukan Rapat Koordinasi ini bersama para Kepala dinas pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Kemenag Kab/Kota, Ketua MPD Kab/Kota, Ketua MKKKS SMA dan SMK Kab/Kota, Ketua MKPS dan Kepala Bidang di lingkup Disdik Aceh,” harapnya menuturkan.

Pelaksanaan Rakor ini juga diharapkan cukup waktu untuk berkoordinasi dan membahas berbagai hal strategis lainya terkait program-program pendidikan di Aceh demi mewujudkan program Aceh Carong sebagaimana yang telah tertuang dalam visi dan misi pemerintah Aceh.

“Rapat koordinasi bidang pendidikan tahun ini saya harapkan dapat membahas isu strategis terkait pokok-pokok program pendidikan di Aceh, karena program-program dan kebijakan itu memiliki mata rantai yang panjang, dan keputusan yang baru dimasudkan untuk menyempurnakan keputusan sebelumnya,” harapnya lagi.

Dalam kesempatan itu dirinya juga berharap pertemuan dalam rakor tersebut dapat dilakukan dengan optimal, sehingga menghasilkan pemikiran-pemikiran yang diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah pokok yang terjadi baik di tingkat Provinsi maupun di daerah masing-masing.

“Rakor ini membutuhkan peran aktif pemerintah daerah dalam menata kebijakan dari pendidikan dasar sampai pendidikan  tingkat atas, sehingga terwujud satu pemahaman atas substansi yang di maksud dalam upaya mewujudkan Program Aceh Carong,” imbuhnya.

Ia juga meyakini kompisisi narasumber dan peserta yang di undang akan ada perubahan mendasar pada program pendidikan pada masa yang akan datang.Selain itu, ia mengingatkan kepada kepala-kepala bidang di lingkup Dinas Pendidikan Aceh bahwa dalam rapat koordinasi ini diharapkan untuk dapat mempercepat progress dan daya serap, mengingat waktu yang semakin sempit.

“Dengan diadakannya acara rakor ini, berarti kita secara aktif turut pula menyukseskan program pemerintah yang berlandaskan prinsip good governance, sekaligus mengendalikan pelaksanaan program/kegiatan pembangunan dan meminimalkan permasalahan yang mungkin akan muncul di kemudian hari,” tambahnya seraya menegaskan pihaknya mendorong penuh semua pihak terlibat agar secara sungguh-sungguh mengikuti rapat koordinasi ini.[Penulis : Afrizal]

Loading...