Disdik Aceh Perkuat Pelatihan TIK untuk Guru SMP dan SMA Se Aceh

Banda Aceh-Masih banyaknya guru-guru disejumlah sekolah di Provinsi Aceh yang Gagap Teknologi (gaptek), membuat Dinas Pendidikan Aceh dalam hal ini melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Tekkomdik Aceh, kian memperkuat pelatihan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). Semisal, sejak 24 Maret hingga 1 April, pelatihan TIK untuk guru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dari berbagai sekolah Kabupaten dan Kota Se Aceh, terus berlangsung. Dengan harapan pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan para guru yang mengikuti pelatihan dalam pemanfaatan TIK. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Anas M. Adam, M.Pd, melalui Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh Drs. Zulkarnaini menyampaikan dalam pemaparannya bahwa, peradaban global saat ini, sarat dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi. Dibelahan dunia manapun pada saat hampir bersamaan, perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi tumbuh pesat. “Hal ini tentunya membutuhkan sarana dan sumberdaya manusia yang cakap untuk mengakses dan memamfaatkan sarana global tersebut. Bukan hanya itu, inovasi teknologi komunikasi dan informasi juga telah mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja, baik dalam tataran administrasi maupun pendidikan,” Selanjutnya dikatakan bahwa jutaan aplikasi saat ini telah dimanfaatkan untuk membantu proses belajar mengajar. Apabila dibandingkan dengan kondisi pendidikan di Aceh, secara kasat mata dapat dilihat bahwa masih banyak guru-guru kita yang Gagap Teknologi (gaptek). “Masih banyak sekolah yang belum terjangkau dengan jaringan komunikasi global, dan sumberdaya manusia yang mengelola pendidikan masih dangkal memahami TIK. Apalagi memanfaatkan jaringan global, teknologi komunikasi dan informasi dalam membantu tugas-tugas mereka,”ujarnya. Lebih ironis lagi, lanjut dia, Teknologi Informasi dan Komunikasi, terkadang masih dianggap memperlambat pekerjaan. Padahal, teknologi itu diciptakan untuk mempermudah hal yang sulit, mempercepat hal lambat, pada intinya peningkatan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas dan produktifitas kerja. “Aceh sebagai daerah yang mendapat keistimewaan dalam bidang pendidikan sebagaiamana diatur Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang keistimewaan bidang pendidikan, demikian juga dalam UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh, bahkan pendidikan merupakan salah satu prioritas pemerintah Aceh dalam RPJM Aceh 2012-2017. Saya yakin bahwa kita semua sangat peduli dengan pendidikan Aceh,”lanjutnya. Untuk itu, menurut dia, sudah sewajarnya secara bersama-sama memikirkan dan berbuat untuk perubahan pendidikan Aceh kepada arah yang lebih maju, bermutu dan berdaya saing global. “Hal ini menjadi dasar pijakan bagi kita dalam menggali berbagai potensi dan strategi demi mewujudkan cita-cita tersebut diatas. Kami berharap, kiranya pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan peserta pelatihan dalam pemamfaatan TIK dalam pembelajaran dan sekaligus meningkatkan kemampuan untuk membantu teman-teman guru di daerah dalam mempelajari dan berlatih memamfaatkan TIK untuk pembelajaran,”paparnya. Format pelatihan dengan multi level efek ini, sambung dia, di harapkan dalam waktu singkat dapat menghapus gaptek dikalangan guru. “Minimal pada tingkat literacy, yang pada akhirnya nanti dapat mempercepat harapan kita, agar pendidikan Aceh bukan hanya mampu bersanding dan bersaing dengan pendidikan di provinsi lain di Indonesia tetapi juga mampu menjawab tantangan global,” sambungnya. Lebih jauh ia merincikan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi unggulnya sebuah sekolah. Pertama, Kepala Sekolah, dalam hal ini manajemen Kepala Sekolah dalam mengelola pendidikan dan memacu proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Kedua, fasilitas sekolah, perlengkapan sekolah, termasuk media belajar dan sarana belajar di sekolah yang standar dan memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mendukung proses belajar mengajar yang efektif. Ketiga, kurikulum sekolah, dengan diluncurkannya kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, maka hal ini perlu kita sikapi dan sahuti dengan berbagai program yang mengarah kepada dukungan suksesnya pelaksanaan kurikulum 2013. Keempat, kualitas guru, faktor ini merupakan faktor penting yang harus menjadi prioritas utama bagi kita dalam upaya peningkatan mutu pendidikan yang mampu bersanding dan bersaing dengan provinsi lain dan negara lain secara global. “Empat faktor tadi perlu kita rancang, kita kondisikan dan kita bantu bersama-sama oleh semua pemangku kepentingan dan penentu kebijakan agar berjalan dengan baik dan menghasilkan produk pendidikan yang bermutu, mampu bersaing secara global,”rinci dia menjelaskan. Ia menambahkan, berbicara tentang persaingan global, saat ini tentunya ia menilai hal ini masih sebagai sebuah impian, meski sudah banyak prestasi ditingkat nasional maupun internasional, tambahnya. (Afrizal Wella)

 

2,338 total views, 2 views today

Leave a Reply